KESAKSIAN SAYA AWAL SAKIT MAAG
KESAKSIAN SAYA AWAL SAKIT MAAG
Oleh NiniekSS
Bismillah,
Allahumma shalli’ala Sayyidina Muhammad wa’ala ali Sayyidina Muhammad
Sahabat NiniekSS yang dirahmati Allah SWT,
Alhamdulillah, Puji syukur kepada Allah SWT., jika kita sekeluarga diberikan sehat wal’afiat. Dan bisa bertemu di artikel ini, semoga bisa memberikan manfaat. Aamiin Yaa Rabbal’alamiin...
Awal Sakit
Awalnya, dulu, saya sering telat makan. Saya sudah diingatkan oleh suami, oleh almarhumah Ibu saya ketika masih ada, juga seluruh anggota keluarga saya, agar saya jangan suka telat makan. “Nanti bisa sakit maag” katanya.
Peringatan yang sebenarnya ungkapan kasih sayang mereka itu sama sekali tak saya perhatikan. Maklum saya lebih mementingkan klien jamu saya yang masih banyak antri di ruang tamu saya. Tak tega rasanya membiarkan mereka antre menunggu sementara saya enak-enak makan di dalam.
Kebiasaan telat makan menjadi rutinitas yang terjadi sehari-hari. Kalau makan pagi saya bisa disiplin. Namun makan siang biasa saya lakukan pada jam 5 sore setiap harinya, bahkan kadang-kadang lebih. Menunggu sepinya para klien.
Akhirnya benar juga apa yang mereka katakan. Saya mulai merasakan perut tidak enak, mual, kembung, tubuh gemetar, lemas tiba-tiba, pandangan berkunang-kunang, keluar keringat dingin dan berbagai keadaan yang sangat tidak mengenakkan.
Saya pikir hanya masuk angin. Lalu saya kerokan, tapi aneh, tak bisa sembuh. Keadaan menjadi enak kalau perut sudah diisi makanan. Ketika saya periksa dokter, memang benar, diagnose dokter bahwa saya asam lambungnya tinggi, alias maag saya bermasalah.
“Begini to rasanya orang sakit maag itu” kata hati saya. Pantas saja setiap orang mengingatkan saya agar jangan selalu telat makan. Penderitaan yang saya rasakan setiap harinya sungguh luar biasa. Keluhan saya seperti itu terjadi selama 18 tahun teman, ya 18 tahun kurang lebihnya !
Setiap berobat ke dokter bukannya sembuh, malah kian parah keluhan yang saya alami. Bukan sekedar keluhan-keluhan seperti diatas lagi yang saya alami, tapi juga sembelit, perut selalu sakit seperti diiris-iris dan dipilin-pilin.
Kepala selalu pening. Badan tak pernah bertenaga apalagi bersemangat. Tiga tahun bolak-balik ke dokter tak ada perkembangan, bahkan terakhir saya lalu diopname karena lambung saya sudah tak mampu lagi kemasukan kimia apapun ! Semua pengobatan dilakukan melalui infuse dan ditest dulu melalui suntikan kecil pada nadi tangan.
Saya pernah begitu minum obat kimia rasanya seperti mau mati. Minum air putih saja sakitnya luar biasa, apalagi kalau habis minum teh, syrup atau susu, astaghfirullahaladziim…Saya bisa tergeletak berhari-hari kemudian tak bisa bangun dari tempat tidur.
Sejak saat itu saya tak pernah ke dokter lagi, namun saya jalani terapy refleksi, terapy herbal dan berbagai bentuk terapy tapi yang bukan kimia. Saya benar-benar TRAUMA minum obat kimia. Semua ikhtiar yang saya lakukan ya tetap ada perubahan, namun sedikiiit sekali, tak sesuai dengan biaya yang saya keluarkan.
Saya terus sabar dalam ikhtiar, terus introspeksi dan mawas diri serta berserah diri dengan berbaik sangka kepada ketentuan Allah, betapapun pedih yang saya rasakan menahan penderitaan lambung yang belasan tahun.
Saya sampai berhenti dari mengikuti aktifitas sosial kemasyarakatan apapun karena tak kuat keluar rumah. Tiap hari adanya hanya sakit, sakit dan sakit melulu.
Akhirnya suatu hari saya mendapat kiriman obat dari kakak ipar saya Mbak Tri Hartati ( anggota HPAI Bekasi ), yaitu Green Palapa dan Gamalife produk dari HPAI. Hingga berhari-hari obat itu masih saya diamkan. Saya sangat pesimis, apakah dengan minum obat ini sakit saya bisa sembuh ?
Atas desakan dan dukungan suami yang terus menerus akhirnya saya minumlah produk-produk itu. Bismillahirrahmanirrahiim..
Subhanallah..hanya dalam waktu 3 hari minum 2 produk itu, pagi 1 kaplet Greenpalapa dan 1 kaplet Gamalife demikian sore harinya..alhamdulillah wa syukurillah..Allah ijinkan ada perubahan pada sakit maag yang sudah lama sekali saya derita.
Namun perubahan kesembuhan itu hanya berlangsung sebentar. Hanya beberapa waktu. Lalu kambuh lagi dan kambuh lagi.
Nyaris putus asa
Saya hampir putus asa karenanya. Tapi bukankah umat Muslim tak boleh putus asa ? Orang yang putus asa atau putus harapan berarti telah kehilangan iman. Karena tak percaya lagi akan adanya Allah, yang Maha Mengatur kehidupan ini.
Kondisi ini setelah 3 tahun rutin berobat tapi tak ada kemajuan yang signifikan. Karena lambung sudah tak kuat lagi minum obat kimia atau obat dokter, maka saya mulai mengalihkan perhatian ke pengobatan herbal. Saya berharap dan berdoa mudah – mudahan dengan ikhtiyar herbal ini saya bisa sembuh.
Namun harapan itu tinggal harapan. Meskipun semua upaya sudah saya lakukan. Baik konsumsi segala macam herbal dari mulai harga yang ringan hingga yang sangat mahal bagi saya, segala macam terapy, segala macam ikhtiyar selama belasan tahun sakit saya, belum ada kesembuhan juga.
Saya benar – benar tak bisa ngapa – ngapain hanya bisa terbaring di tempat tidur. Muntah dan Bab darah. Tangan untuk mengangkat sendok saja tak kuat. Terakhir, sudah tak mampu berobat lagi karena sudah tak ada sesuatupun untuk berobat. Rumah, mobil, perhiasan hingga ke perabotan rumah telah terjual semua sudah tak tersisa lagi untuk berobat.
Akhirnya hanya bisa berserah diri secara total kepada Allah. Dengan interospeksi merenungi segala dosa dan khilaf. Taubatan Nasuha memohon ampunan habis – habisan kepada Allah Sang Penentu Hidup. Dan benar – benar pasrah mau diberikan hidup atau mati terserah Allah saja karena sudah tak tahan lagi dengan kesakitan yang mendera di seluruh tubuh selam 24 jam. Bayangkan Sobat !
Nah pada detik – detik inilah Bp.Kyai Mohammad Zakaria, datang bersama Ibu Nyai kerumah saya. Beliau seorang Kyai besar di kabupaten Purworejo. Saya ingat betul, ketika saya antara sadar dan tidak, beliau berkata :”Mbok coba Bu Nien ngunjuk (minum) air mentah yang higienis, siapa tahu bisa menjadi wasilah kesembuhan Bu Nien”
Saya takdzim mendengar arahan beliau. Namun dalam hati membantah. Bukankah air mentah itu sangat dingin ? Minum air matang saja dari mulut hingga ke anus rasanya seperti disayat – sayat pisau...Apalagi minum air mentah yang sangat dingin ? Saya membayangkan kesakitan yang akan saya rasakan jika hal itu saya lakukan.
Tapi, tiba – tiba saya mempunyai keberanian yang besar. Biarlah saya akan minum air mentah yang higienis itu. Mau hidup atau mati itu terserah Allah. Keberanian itu muncul justru karena harapan hidup rasanya sudah tak ada lagi. Keadaran saya saja sudah hilang – hilang timbul tak bisa mengenali orang yang datang mendekat ke pembaringan kecuali dari mengenal suaranya saja.
Ajaib. Subhanallah. Meskipun kesakitan yang seperti disayat – sayat pisau dari mulai mulut hingga anus itu terasa, namun ada setitik perubahan yang sangat signifikan. Yaitu pada pusat sakit yang sepanjang waktu selalu terasa sakit yang amat sangat, beberapa saat saja setelah minum air mentah, di area itu terasa sakitnya lebih ringan.
Padahal biasanya di area pusat sakit didaerah lambung itu sepanjang waktu sakitnya luar biasa. Subhanallah. Detik itu ada setitik harapan hidup kembali saya rasakan.
Dari hari kehari saya istiqomah minum air mentah higienis sehari 3 kali 1 gelas tanggung, meskipun awal minum minumnya secara bertahap saya mulai dari beberapa teguk saja hingga dalam 1 minggu kuat minum 1 gelas dalam seharinya. Saya tak minum obat apapun karena sudah tak ada uang yang untuk membeli.
Alhamdulillah. Seiring berjalannya waktu, kesakitan yang seperti disayat – sayat pisau dan di area pusat sakit makin hari makin berkurang.
Reaksi minum air mentah yang higienis
Memang banyak terjadi perubahan sembuh. Tapi ada tapinya teman...Selama 3 bulan tubuh saya, suami dan putri saya yang waktu itu masih sekolah SD, gatal – gatal di seluruh tubuh. Karena meskipun suami saya dan putri saya sehat – sehat saja, ikut minum air mentah itu. Karena menurut Bp.Kyai Zakaria, air mentah higienis itu bagus untuk diminum siapa saja agar sehat. Bukan hanya untuk orang yang sakit saja.
Nah. Apa yang terjadi ? Rasa gatal itu gatalnya luar biasa. Dan gatalnya kalau digaruk belum sampai keluar darahnya tak berhenti rasa gatalnya. Jadi kami bertiga tubuhnya seperti bekas dicakar kucing luka berdarah – darah. Tapi gatal itu tetap kami tahan karena menurut petunjuk Bp.Kyai Zakaria, nggak apa – apa dilanjut saja minum air mentahnya, itu malah bagus, sedang proses pengeluaran racun dari dalam tubuh. Kata beliau.
Rasa gatal itu hilangnya dalam waktu 3 bulan teman. Seiring dengan hilangnya rasa gatal, maag sayapun perlahan – lahan banyak kesembuhan meskipun secara perlahan – lahan.
Demikian artikel :” Kesaksian Saya Awal Sakit Maag Hingga Sembuh”. Semoga bermanfaat.
Oh ya, kecuali air mentah yang higyenis untuk kesembuhan lambung, rekomendasi saya antara lain :
1. Tepung Kerut, makanan bergizi tinggi sebagai makanan pengganti nasi bagi para penderita Maad & Diabetes. Lihat disini !
2. SuperGreen, Suplemen Padat Gizi sinergi Spirulina & Sun Clorella yang sudah banyak membantu kesembuhan Sakit Maag & GERD. Lihat Disini !
3. FitSol Nutrisi Sel terobosan kesehatan terkini yang mengandung 140 nutrisi yang lengkap dan seimbang untuk kesembuhan sakit apa saja yang lama tak sembuh – sembuh. Enak rasanya seperti juice jambu merah, dan cepat proses sembuhnya.
- Tentang FitSol baca disini !
- Tentang Testimoni FitSol baca disini !
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Solusi Sakit Maag ini. Semoga kebaikan Anda dibalas oleh Allah SWT. dengan keberkahan yang luas bagi Anda dan keluarga. Aamiin Yaa Rabbal’alamiin...
Kami menerima layanan :
- Konsultasi : Keluhan Kesehatan, utamanya kasus Maag & Gerd ( free ) & Produk - Produk kesehatan yang alami, halal, BPOM serta berkualitas
- Pendampingan Kesembuhan Dengan FitSol, yang dipandu oleh Konsultan Kesehatan Tersertifikasi dari Total Swiss Internasional
- Subsidi Cek Kesehatan Medicode
- Order FitSol & Produk – Produk PT.KKI.Nusantara Gemilang
- Tepung Kerut premium/asli ( Makanan terbaik bagi Sakit Maag, pengganti nasi )
Hubungi : Ibu NiniekSS
WA.0877.3259.8747/085.228.401.939
Catatan :
Sebelum memesan, sebaiknya konsul dulu agar saya bisa memberikan layanan yang tepat untuk Anda. Terima kasih.
Purworejo, upload 16 Januari 2013
Revisi 3 Agustus 2026
Salam Sehat & Sejahtera
Penulis,
NiniekSS








