BLOG NINIEK SS

0852 2840 1939 || 0877 3259 8747

http://solusi-sakit-maag.blogspot.com/2014/07/resensi-buku-rahasia-sembuh-sakit-maag.html

JENIS-JENIS, WARNA DAN AROMA MADU

JENIS-JENIS, WARNA DAN AROMA MADU


Bismillahirrahmanirrahiim...

Sahabat NiniekSS Dimanapun Anda Berada...

Demi mengenal madu lebih mendalam, marilah kita mempelajari tentang Jenis-jenis, Warna dan Aroma Madu yang ada didunia, bukan hanya di sekitar kita.

Pada kesempatan ini saya ingin mengajak Anda sekalian untuk mengetahui jenis-jenis madu yang ada didunia. Banyak sekali Sahabat. Baik jenis, warna serta aromanya, sehingga membuat kita semakin berdecak kagum kepada kebesaran Allah Swt dalam menciptakan dunia seisinya, yang luar biasa sempurnanya ini.

Warna Madu

 

Warna madu berbeda-beda, dari yang berwarna kuning jernih sampai yang berwarna kehitam-hitaman.


Para ilmuwan tidak tahu persis penyebab perbedaan warna madu ini. Ada yang mengatakan bahwa penyebabnya adalah adanya zat warna caroteroides yang terdapat di dalam tanaman dan ada yang mengatakan bahwa penyebabnya adalah adanya asam tanic yang juga terdapat di dalam tanaman. Zat warna ini mungkin masuk ke dalam madu melalui cairan bunga. Tidak diragukan lagi bahwa warna madu dapat terpengaruh oleh proses produksi madu ketika dipanaskan.

Biasanya, warna madu akan mengikuti tanaman yang menjadi sumbernya.

Madu dari tanaman lobak akan berwarna putih seperti air. Madu dari tanaman willow akan berwarna putih terang. Madu dari tanaman akasia akan berwarna kuning terang. Madu dari tanaman dondelion akan berwarna kuning keemasan. Madu dari tanaman lime akan berwarna hijau terang. Madu dari pohon apel akan berwarna kuning terang. Dan madu dari tanaman heather akan berwarna kuning tua atau merah tua.

"Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia." (An-Nahl [16]: 69)

Warna madu berperan penting dalam penentuan kualitasnya. Madu yang disimpan dalam jangka waktu yang lama di dalam kemasan-kemasan atau di pelabuhan untuk menunggu waktu pengirimannya ke berbagai tempat yang jauh, biasanya warnanya akan menjadi lebih tua.

Karena madu memiliki kandungan zat asam, maka penyimpanan madu di dalam kemasan yang terbuat dari besi dapat menyebabkan melarutnya zat besi ke dalam madu, sehingga madu akan berwarna lebih tua. Bahkan kemasan dengan tutup plastik pun seringkali tidak dapat terhindar dari masalah seperti ini.

Madu cina sangat terkenal dengan kandungan zat besinya yang tinggi. Dan adanya zat besi yang larut di dalam madu dalam kuantitas yang besar akan membuat warnanya menjadi lebih tua. Warna madu juga akan menjadi lebih tua, jika sarang madu yang sudah lama dipergunakan lagi.

Kekentalan Madu

Madu adalah zat yang kental. Madu yang memiliki kadar kekentalan paling rendah adalah madu dari tanaman heather (sejenis tanaman semak). Jika Anda melihat madu heather dengan melalui suatu sumber cahaya (diterawang), Anda akan dapat melihat adanya gelembung- gelembung kecil berisi udara di dalam cairan gel berwarna kemerah- merahan. Madu heather menjadi istimewa karena ia adalah satu-satunya madu yang memiliki gelembung-gelembung halus seperti itu yang menunjukkan tingginya kandungan protein di dalam madu heather.

Kejernihan Warna Madu

 

Sebenarnya, madu yang benar-benar asli biasanya tidak sempurna kejernihannya, akan tetapi di dalamnya akan tampak terdapat butiran gula yang akan terlihat jika kita melihat madu dengan menggunakan cahaya. Meskipun madu telah diperas dengan cara yang sangat baik, pasti di dalamnya akan tetap terdapat butiran-butiran kecil. Butiran- butiran kecil ini terdiri dari butiran serbuk bunga (serbuk sari), bekas lilin (sarang lebah), atau berasal dari bahan sejenis zat perekat (koloida).


Karena semua zat-zat tersebut justru menambah tingkat kandungan gizi madu, maka idealnya madu tidak boleh disaring sampai bersih untuk menyingkirkan butiran-butiran tersebut.

Jika Anda menemukan madu yang mengkilap dan jernih, maka berhati-hatilah dan buktikan tingkat keasliannya. Untuk mengetahui dengan benar apakah madu sudah disaring dari zat-zat gizi yang dikandungnya atau belum, Anda dapat mengujinya dengan mengambil sedikit dari madu yang akan Anda uji dan kemudian Anda tambahkan air dengan jumlah yang sama dengan banyaknya madu yang Anda ambil. Setelah itu letakkanlah air dan madu yang telah dicampur itu di sebuah botol kaca dan inapkan selama 1 malam.

Pada madu yang tidak dijernihkan akan tampak adanya butiran- butiran yang mengendap di dasar botol, sedangkan pada madu yang telah dijernihkan tidak akan ada endapan apa pun yang mengendap di dasar botol. Sebagian penjual madu terkadang mengalami kesulitan ketika harus menjual madu yang berwarna gelap, sehingga mereka membiarkan madu supaya mengkristal terlebih dulu agar tingkat kegelapan warnanya dapat berkurang.

Aroma Madu

Aroma madu berasal dari beberapa zat aromatis di dalam madu yang berasal dari cairan bunga. Para ahli madu dapat mengetahui sumber suatu jenis madu hanya dengan mencium aromanya. Namun seringkali hal ini akan menjadi lebih sulit dilakukan jika madu berasal dari beberapa sumber bunga yang berbeda-beda.

Madu yang berasal dari apel memiliki aroma yang menyegarkan. Madu yang berasal dari lobak memiliki aroma yang sedap. Dan madu yang berasal dari jeruk memiliki aroma jeruk yang segar dan memikat.

Jenis-Jenis Madu

Madu memiliki banyak ragam dan jenis, sesuai dengan bunga yang menjadi sumbernya. Lebah terkadang mengumpulkan cairan bunga dari ribuan kuntum bunga yang jenisnya berbeda-beda. Madu yang berasal dari satu jenis bunga saja, atau berasal dari satu jenis bunga yang dominan sebagai sumber madu, disebut dengan nama "madu monofloral" seperti misalnya jika kita menyebut nama "madu akasia" meskipun sebenarnya madu yang kita sebut sebagal "madu akasia" ini juga mengandung sejumlah kecil cairan dari bunga jenis lain. Sedangkan jika yang dominan di dalam madu adalah beberapa jenis bunga sekaligus, maka madu jenis ini diberi nama "madu multifloral" yaitu suatu jenis madu yang dihasilkan dari cairan berbagai macam tanaman. Madu jenis inilah yang sering disebut dengan madu campuran (blended honey) yang memiliki kandungan beberapa cairan bunga sekaligus. Sesuai dengan sumbernya yang tersebar di beberapa negara, madu multifloral adalah campuran dari berbagai jenis madu yang dihasilkan dari berbagai macam cairan tanaman yang berbeda-beda yang terdapat di berbagai tempat di seluruh dunia.

Di banyak negara, beberapa jenis madu sering dicampur untuk mengubah kandungan airnya atau untuk mengubah warnanya. Pengerjaan mencampur madu adalah pekerjaan yang sulit, dan proses ini bahkan kadangkala dapat menghilangkan keistimewaan dan khasiat yang terkandung oleh suatu jenis madu, jika pencampuran dilakukan oleh orang yang tidak menguasai teknik mencampur madu.

Ditinjau dari cara mendapatkannya, madu dapat dibedakan menjadi madu sarang dan madu yang telah dijernihkan (madu peras). Madu sarang atau madu lilin adalah madu yang diletakkan oleh lebah di sel- sel heksagonal yang kemudian ditutup dengan lapisan lilin. Madu jenis Ini dipasarkan kepada para konsumen dalam kemasannya yang masih asli. Sedangkan madu peras dihasilkan dengan menggunakan alat khusus (pemeras) untuk kemudian dituang ke dalam kemasan kaca atau di dalam jerigen.

Madu Akasia

Warnanya kuning muda dan memiliki aroma yang lembut. Madu jenis ini istimewa karena memiliki kandungan gula buah (fruktosa) yang tinggi, oleh sebab itu madu jenis ini selalu dalam kondisi cair.

Madu Pohon Limau

Madu jenis ini adalah madu yang paling laris di pasaran, karena la memiliki aroma yang harum dan rasa yang lezat. Warna madu pohon limau biasanya agak kehijau-hijauan. Madu jenis ini berasal dari pohon limau (zaizafun) yang sering disebut sebagal "pohon madu" disebabkan begitu banyaknya kelompok lebah yang mengerumuninya pada saat musim panas. Lebah dapat menghasilkan 16 kilogram madu dalam sekali tahap pengumpulan.

Madu Heather

Madu heather adalah madu yang banyak dicari orang, sehingga harganya menjadi mahal. Madu jenis ini yang memiliki warna kuning tua atau merah tua memiliki rasa yang tajam namun lembut.

Madu heather teristimewa karena ciri khasnya yang selalu beku dalam kondisi suhu normal dan baru mencair jika digerak-gerakkan. Oleh sebab itu para petani lebah biasanya akan menemui kesulitan ketika memeras madu jenis ini dari sarang lebah, sehingga mereka akan lebih memilih untuk memasarkannya langsung bersama sarang lebahnya.

Madu jenis ini dapat diperas dengan cara memeras sarang lebahnya dengan alat khusus yang dapat mengeluarkan madunya. Pada saat proses pemerasan berlangsung itulah gelembung-gelembung udara merasuk ke dalam madu sehingga madu jenis ini memiliki ciri khas berupa terdapatnya gelembung-gelembung halus yang berisi udara.


Ketika Anda membeli madu jenis ini, hendaknya Anda memperhatikan 3 hal berikut ini :

1. Madu harus dalam keadaan beku, dan baru mencair ketika digerak- gerakkan.

2. Madu harus memiliki gelembung-gelembung halus yang berisi
udara.

3. Madu harus jernih (tidak mengandung butiran-butiran kecil).

Madu Lobak

Madu lobak mengandung glukosa dalam jumlah yang besar, sehingga madu jenis ini akan mengkristal dengan cepat. Jika madu jenis ini tidak dikeluarkan langsung dari sarang lebahnya dan segera dikemas, ia dapat mengeras di dalam sarang lebah atau bahkan rusak.

Oleh sebab itu, sebagian petani lebah seringkali langsung mengeluarkan madu jenis ini (dari sarang lebah) sebelum lebah menutupnya dengan lapisan lilin, yang menyebabkan madu sebenarnya masih belum masak dan mengandung banyak air, dan hal ini akan menyebabkan madu menjadi cepat berfermentasi.

Karena madu lobak adalah jenis madu yang cepat mengalami proses granulasi (berubah menjadi butiran-butiran), maka Anda akan menemukannya di pasaran dalam kondisi yang sangat kental dan memiliki warna putih terang. Madu jenis ini juga kurang disukai oleh banyak orang, karena ia memiliki kandungan gula yang tinggi.

Madu Alfalfa

Madu Jenis ini berwarna amber (kekuningan) terang. Ia memiliki aroma yang harum dan cita rasa yang lembut. Madu Alfalfa tidak cepat mengkristal. Oleh sebab itu biasanya ia dijual masih dalam bentuk sarang lebah.

Madu Willow (Pohon Sanafiyah)

Pohon Sanafiyyah adalah sejenis pohon yang memiliki daun-daun berwarna ungu. Madu willow adalah salah satu jenis madu yang paling nikmat rasanya. Aroma madu willow juga sangat harum. Ia memiliki warna terang kehijau-hijauan. Madu jenis ini teristimewa karena tidak cepat mengkristal tidak seperti madu lobak, oleh sebab itu madu jenis Ini dapat terus cair selama bertahun-tahun.

Madu Eucalyptus

Madu Eucalyptus memiliki cita rasa yang kuat. la berwarna amber (kuning) muda. Madu jenis ini sangat terkenal karena khasiat yang dimilikinya, khususnya untuk mengobati penyakit dada.

Madu Citrus (Pohon Jeruk-jerukan)

Sebagian besar madu jenis ini dijual dengan nama "madu jeruk" meskipun sebenarnya ia berasal dari pohon lemon. Madu Citrus memiliki warna terang dan cita rasa yang lezat.

Madu Pohon Sikamore

Madu pohon Sikamore (Sycamore Ing/sejenis pohon rindang) memiliki ciri khas berupa rasa yang tidak cepat masak. Oleh sebab itu sebaiknya madu jenis ini baru digunakan beberapa bulan setelah diperas.

Madu Dandelion

Madu Dandelion (sejenis rumput berbunga kuning) memiliki ciri khas warna kuning tua keemasan. Cita rasa madu Dandelion sangat enak dan aromanya tajam.

Madu Gandum Hitam

Madu jenis ini berwarna gelap bahkan warnanya hampir hitam gelap. Sebelum diolah, madu gandum hitam mengandung sejumlah besar serbuk bunga berwarna kuning. Cita rasanya sangat kuat. Madu gandum hitam yang berasal dari Cina mengandung zat besi dalam kuantitas tinggi, sehingga madu gandum hitam asal Cina sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh para penderita penyakit kekurangan darah.

Madu Thyme

Madu thyme (sejenis tumbuhan harum) berwarna kemerahan, cita rasanya juga sangat kuat dan nikmat.

Kebanyakan madu-madu diatas adalah madu yang terdapat di Luar Negeri bukan di Indonesia. Pengetahuan ini baik juga untuk para Sahabat di Luar Negeri, agar bisa memilih madu sesuai dengan yang dibutuhkan.

Sebesar Apakah Sarang Lebah Terbesar?

Di dalam Guiness Book of Records edisi tahun 1988 disebutkan bahwa sampai saat itu jumlah madu terbanyak yang pernah dihasilkan dari satu sarang lebah adalah yang pernah dimiliki atas nama Prof. Dr. Weker asal Australia. Madu yang dihasilkan dari satu sarang lebah yang dimilikinya berhasil mencapai 20.249 kilogram, yang dikumpulkan selama 11 bulan sejak bulan Februari sampai Desember tahun 1983.

Demikian
“Jenis-jenis, Warna Dan Aroma Madu” semoga bermanfaat. Dengan selalu mengkonsumsi madu yang murni setiap hari, semoga kita semua selalu diberkahi dengan kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan serta selalu diberkahi dengan perlindungan Allah SWT. Aamiin Yaa Robbal’alaamiin...


Purworejo, 19 Mei 2023

Salam Sehat Dengan Minum Madu,
NiniekSS.

Sumber tulisan : Buku “Terap
i Madu” tulisan Prof. dr. Sa’id Hamad

Labels: TERAPI MADU

Thanks for reading JENIS-JENIS, WARNA DAN AROMA MADU . Please share...!

0 Komentar untuk "JENIS-JENIS, WARNA DAN AROMA MADU "

Back To Top